Sisi lain Lapang Merdeka Kota Sukabumi Sejak Zaman Dahulu

Lapang Merdeka Kota Sukabumi

Jadi Simbol Kemerdekaan Masyarakat Sukabumi

Siapa yang tidak tau Lapang Merdeka Sukabumi, lapangan yang sudah mengalami beberapa kali perbaikan ini menyimpan sekali banyak sejarah hususnya bagi warga Sukabumi. Sesuai dengan namanya, Lapang Merdeka juga menjadi saksi bisu perjalanan Kemerdekaan Republik Indonesia dari masa ke masa.

Demmi Pratama, SUKABUMI

Dari keterangan yang di himpun Radar Sukabumi, Lapang Merdeka sebelum masa kemerdekaan merupakan alun – alun sekaligus taman tempat berkumpulnya masyarakat lokal dan kolonial Belanda. Beberapa nama sempat di sematkan, mulai dari Taman Victoria, Taman Lenne, dan Alun-alun Utara sebelum akhirnya menjadi Lapang Merdeka.

Lapang Merdeka sejak dulu menjadi tempat favorite masyarakat. Berbagai aktivitas warga sering dilakukan di lapangan itu. Selain sebagai tempat upacara dan acara-acara resmi, saat ini Lapang Merdeka juga digunakan sebagai tempat pameran dan pertunjukan seni. Namun, umumnya Lapang Merdeka digunakan untuk tempat berolah raga dan bersosialisasi.

Selain strategis, dan memiliki hawa yang sejuk, lapangan yang memiliki luas lintasan 400 meter ini, juga menjadi tempat favorite penjajah pada jaman dulu dan sempat di miliki warga negara Inggris dan Belanda.

Memiliki view yang menghadap langsung ke Gunung Gede, sekitar tahun 1883 – 1942 lapangan tersebut tepat berada di sebrang sebuah hotel bernama Victoria milik Ort yang berkebangsaan Inggris dan sempat beralih kepemilikan ke warga Belanda bernama A.A.E Lenne.

“Dulu belum ada jalan yang memisahkan lapangan dengan alun-alun saat ini. Jadi antara lapang merdeka dengan alun-alun itu masih satu bagian. Nah, hotel ini berada di sebrang lapang sekitar Ayam Bunut sekarang, awalnya bernama hotel ort, di tahun 1883 itu namanya sudah jadi nama hotel Victoria, dalam iklannya disebutkan pemandangan kedepannya adalah alun-alun luas dan gunung gede, jadi saat itu lapang merdeka disebut alun-alun. sebelumnya Hotel Ort, baru kemudian di akhir 1800 an baru Lenne membeli hotel victoria, kemungkinan saat itu lapangan sudah dimiliki pemerintah,” jelas sejarawan Irman pada Radar Sukabumi.

A.A.E Lenne, warga berkebangsaan Belanda pada awalnya adalah pemilik tanah lapang, sebelum kemudian menjadi alun – alun pemerintah. Dan Lenne membeli hotel Victoria pada tahun 1895 dimana saat itu lapangan tersebut sudah bukan menjadi miliknya.

Saat Jepang masuk pada tahun 1942, Hotel Victoria berganti nama menjadi Hotel Merdeka dan lapangan di depannya pun berganti nama menjadi Lapang Merdeka, sedangkan bagian selatan menjadi alun-alun merdeka karena erat kaitannya dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih pertama di halaman kantor pengadilan (sebelah kantor Polres Kota saat ini).

“Dulu masyarakat sangat takut mengatakan kata Merdeka, pada tahun 1945 – 1947 saat Belanda kembali masuk. Bahkan hotel pun sempat kembali berganti nama menjadi Independen Hotel,” sambung Irman.

Meskipun upacara kemerdekaan pertama telah terjadi di Lapang Merdeka pada bulan Agustus tahun 1945. Tidak serta merta masyarakat sukabumi memiliki kemerdekaan yang mutlak. Pengambil alihan kekuasaan dari Jepang sempat terhambat, sehingga terjadi The Vacum Of Power.

“Saya belum menemukan sumber lain, hanya dari informasi yang saya dapat tepat di tahun 1945 saat proklamasi, Mr. Syamsudin melalui siaran radio memerintahkan para pejuang saat itu untuk juga melakukan upacara bendera dan lokasinya di Lapang Merdeka saat ini,” papar pria yang aktif di Sukabumi Heritage ini.

Lapang Merdeka yang menyimpan cerita sejarah perjuangan rakyat Indonesia pada tahun 1951 sempat di kunjungi Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno dan melakukan pidato kenegaraan. Meski tidak ada jejak peninggalan secara fisik, namun semangat perjuangan para pejuang pada masa itu masih kian terasa di Lapang Merdeka yang saat ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Sukabumi. (*)

The post Sisi lain Lapang Merdeka Kota Sukabumi Sejak Zaman Dahulu appeared first on Radar Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.