Urutan Pertama Penyumbang Inflasi di Sukabumi, Bawang Merah dan Cabai 

Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI – Komuditas bawang merah dan cabai, sampai saat ini masih menjadi urutan pertama penyumbang nilai inflasi setiap bulanya. Sebab itu, diperlukan berbagai upaya dalam menekan inflasi di sektor komuditas tersebut. Misalnya, menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan.

“Betul, komoditas cabai dan bawang merah saat ini masih penyumbang teratas terhadap inflasi,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat, Herawanto, kepada Radar Sukabumi usai menggelar high level meeting Sukabumi project mengenai ekosistem Ketahanan Pangan Terintegrasi (Pangsi) di Pendopo Sukabumi, Kamis (4/8).

Lanjut Herawanto, meskipun saat ini nilai inflasi di Jawa Barat belum tembus diangka 5 persen. Namun, masih tergolong cukup tinggi. Karena itu, dengan kegiatan Pangsi yang melibatkan Pemda Kabupaten dan Kota Sukabumi, salah satunya untuk mengatasi problema ketahanan pangan.

Termasuk isu pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. “Di sini kami berikan kerangka ekosistemnya dengan penguatan, serta memberikan bantuan baik itu secera kelembagaan ataupun sarana prasarana terhadap beberapa komponen yang sudah kami identifikasi,” bebernya.

Nantinya, sambung Herawanto akan dikampanyekan ke setiap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang saat ini Sukabumi menjadi pilot project di Jawa Barat dan nasional. “Kami akan sosialisasikan kepaa semua TPID di Jawa Barat,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami menuturkan, Kota Sukabumi sebagai salah satu dari tujuh kota yang dihitung inflasinya di Jawa Barat.

Berdasarkan indeks harga konsumen, pada Juli 2022 nilai inflasi Kota Sukabumi sebesar 0,43 persen dibawah Provinsi Jawa Barat 0,62 persen.

Inflasi pada Juli tersebut, disebabkan kenaikan LPG dan kenaikan tarif listrik disamping harga komoditas holtikultura yang saat ini masih tinggi.

“Angka inflasi yang relatif terkendali tak lepas dari upaya yang dilakukan TPID Kota Sukabumi dalam melakukan komunikasi, sosialisasi dan publikasi serta memberikan himbauan kepada masyarakat mengenai hal yang diperlukan dalam upaya menjaga stabilitas harga,” tuturnya.

Selain itu, TPID Kota Sukabumi mempunyai tugas pokok untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang bersifat sektoral terkait upaya menjaga keterjangkauan barang dan jasa di untuk ditindaklanjuti OPD terkait sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.

“Dengan adanya kegiatan ini merupakan langkah antisipatif dan inovatif dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk sektor pertanian dan perikanan, serta pariwisata di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, dengan tujuan untuk meningkatkan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi,” pungkasnya. (bam)

Wakil Walikota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami

 

The post Urutan Pertama Penyumbang Inflasi di Sukabumi, Bawang Merah dan Cabai  appeared first on Radar Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.