Visa Umrah Jadi Lubang TPPO, PRMS : Bukti Imigrasi Sukabumi Ceroboh

Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI — Terungkapnya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan menggunakan visa umrah beberapa waktu lalu, menuai sorotan publik. Salah satunya, dari Poros Mahasiswa Revolusioner Sukabumi (PMRS) yang menilai longgarnya sistem Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi dalam menerbitkan paspor.

Ketua Poros Mahasiswa Revolusioner Sukabumi, Isep Ucu Agustina mengecam atas kelonggaran sistem Imigrasi dalam menerbitkan paspor. Terbukti, masih banyaknya penyalahgunaan paspor tersebut.

“Kami mengecam atas kelalaian yang di lakukan Imigrasi Sukabumi,” ungkap Isep kepada Radar Sukabumi, Rabu (21/9).

Isep menduga, masih adanya calo paspor yang berkeliaran. Pasalnya, pembuatan paspor para korban TPPO tersebut tidak dilakukan orang bersangkutan.

“Ya, apa lagi calo yang terjadi di Imigrasi sepertinya ada nuansa bay seting yang dilakukan oleh migrasi,” cetusnya.

Pihaknya meminta, agar petugas yang berwajib dapat menindak tegas oknum yang terlibat dalam percaloan paspor tersebut.

“Tindak tegas oknum yang terlibat didala calo tersebut, dan kami akan melaporkan itu semua kepada pihak yang berwajib supaya bisa ditindak tegas,” tegasnya.

Menanggapi indikasi percaloan pembuatan paspor tersebut, Humas Imigrasi Non TPI Sukabumi, Rusfian Effendi membantah adanya pencaloan paspor. Sebab, pembuatan paspor harus dilakukan langsung orang yang bersangkutan dengan harus memenuhi semua persyaratan yang berlaku.

“Idikasi percaloan itu tidak benar. Nah sekarang misalnya, ada calo membuat paspor orang, di dalam aja ada ketentuan calo dilarang masuk dan harga paspor jelas terpampang seharga Rp350 ribu,” sehutnya.

Namun kendati demikian, sambung Rusfian, tidak dipungkiri ada masyarakat yang sudah diberitahu calo tersebut terkait persyaratan dan hal lainnya agar lulus membuat paspor.

The post Visa Umrah Jadi Lubang TPPO, PRMS : Bukti Imigrasi Sukabumi Ceroboh appeared first on Radar Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.