Warga Dua Desa di Cianjur Ini Lintasi Jembatan Tali Kawat, Berani Coba?

RADARCIANJUR.com- Nekat dan berani. Dua kata tersebut nampaknya cocok disematkan untuk masyarakat di dua desa dari dua kecamatan yakni Desa Salamnunggal Kecamatan Cibeber dan Desa Sukarama Kecamatan Bojongpicung. Pasalnya, masyarakat masih menggunakan jembatan yang berbahan tali kawat dengan panjang kurang lebih 52 meter dan ketinggian kurang lebih 25 meter.

Jembatan yang tidak layak tersebut membentang di atas Sungai Cisokan Kampung Ciputat Desa Salamnunggal Kecamatan Cibeber. Masih digunakannya jembatan tersebut dikarenakan satu-satunya akses terdekat penghubung warga di wilayah tersebut.

Rustandi (35) salah seorang warga Kampung Ciputat Desa Salamnunggal Cibeber mengatakan, jembatan itu menjadi akses jalan terdekat menuju ladang warga yang ada di Desa Sukarama Kecamatan Bojongpicung.

BACA JUGA : Rencana Jalan Tol Puncak, Ini Kata Pengamat Lalulintas

“Sering juga khawatir terjatuh, tapi ini satu-satunya akses jalan terdekat menuju ladang warga,” ujarnya.

Tidak hanya warga, sejumlah siswa terkadang sering menggunakan akses jembatan itu untuk mempercepat sampai ke sekolah mereka.

“Hanya satu atau dua orang siswa saja yang masih berani melintas dengan bergelantungan pada tali kawat jembatan. Untuk mempercepat sampai di sekolah, tapi sering kita minta agar tidak memaksakan karena terlalu berbahaya,” ungkapnya.

“Semoga segera ada pembangunan, agar warga nyaman dan aman saat melintas. Kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk mengangkut hasil tani jika menggunakan jalur lain yang jaraknya mencapai 10 kilometer,” paparnya.

Sekretaris Desa Salamnunggal, Asep Sopandi menjelaskan, jembatan gantung yang dibangun sekitar tahun 1990 itu kondisinya sudah tidak layak untuk dilintasi.

“Rusaknya sudah cukup lama. Saat ini warga secara swadaya akan memperbaiki jembatan dengan menggunakan bambu sebagai alas berpijak. Namun saat ini warga terkendala oleh kawat untuk mengikat bambu,” jelasnya.

Lanjutnya, rencana pembangunan jembatan itu sudah dibahas oleh dua pemerintahan desa, yaitu Desa Salamnunggal, Cibeber dan Sukarama, Bojongpicung.

“Rencana pembangunan jembatan nanti tidak akan di lokasi yang sama, pembangunan akan dilakukan di bagian hilir dari jembatan yang rusak saat ini,” tutupnya. (kim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.