Warga Gunungpuyuh Sukabumi Pertanyakan Soal Pengerjaan Jalan Lingkungan

Jalan Gunungpuyuh 60x60 dGKDoB

Sumber: radarsukabumi.com

GUNUNGPUYUH — Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) belum lama ini telah melakukan kegiatan pengembangan pemukiman jalan lingkungan di Kelurahan/Kecamatan Gunungpuyuh.

Namun, kegiatan yang dilaksanakan di wilayah RW 07 dan RW 10 dinilai warga setempat tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan dan terbilang asal-asalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan pengembangan pemukiman dengan nomor surat perintah kerja (SPK) 006/REHAB/PPK.PP.02/DPUTR/2022 tersebut dikerjakan selama 30 hari terhitung pada 18 April 2022, dengan anggaran dari APBD Kota Sukabumi lebih kurang sebesar Rp135 juta.

“Sebagai warga di RW10, saya cukup menyayangkan kegiatan pengembangan pemukiman terhadap jalan lingkungan ini, karena dengan anggaran yang mencapai Rp 135.121.018, hasil pengerjaanya itu terlihat asal-asalan,” kata Yani Suhartini kepada awak media, Selasa (10/5).

Ia menambahkan, kegiatan pengembangan pemukiman jalan lingkungan ini pengerjaanya hanya pengaspalan. Namun dirinya menilai, pengaspalan jalan tersebut terlihat tipis dan tentu akan lebih cepat rusak, apalagi ketika diguyur hujan.

“Pengerjaannya hanya pengaspalan jalan saja. Tapi terlihat pengaspalan jalan itu tipis. Jadi misalnya kalau jalan tersebut diguyur hujan, tentunya jalan akan lebih cepat rusak,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Exsternal Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdatul Ulama (FKGM-NU) Kota Sukabumi, Muhammad Yahya Rahman mengatakan, seharusnya jalan yang sudah diperbaiki tidak ada lagi yang mempertanyakan kelayakannya.

“Itu kan anggaran APBD Kota. Tentunya bisa di manfaatkan dengan baik oleh pemilik perusahaan pemenang tender, namun sayang masih banyak masyarakat yang mempertanyakan,” kata Yahya kepada Radar Sukabumi.

Sebagai organisasi kemasyarakatan, sambung dia, ketika mendangar ada pembangunan yang masih dipertanyakan serta pengaduan, pihaknya langsung melakukan monitoring dan pengecekan untuk membuktikan keluhan warga tersebut.

“Namun apa yang disampaikan oleh masyarakat setempat bener adanya, seperti asal-aslan pengerjaanya,” aku Yahya.

Seharusnya anggaran yang mencapai Rp 135.121.018 itu cukup untuk menjadikan jalan itu lebih baik daripada sebelumnya.

“Sepertinya jalan itu hanya untuk satu bulan kedepan saja sudah habis terkikis air hujan, karena ketebalan harus dipertanyakan,” jelasnya.

Masih kata Yahya, Dinas DPUTR Kota Sukabumi diminta untuk meninjau kembali hasil pengerjaan pemenang tender tersebut, apalagi warga menilai perbaikan jalan itu dianggap asal-asalan. ‘’Kami minta dinas terkait untuk bisa meninjau kembali,’’ pungkasnya. (cr1/t)

The post Warga Gunungpuyuh Sukabumi Pertanyakan Soal Pengerjaan Jalan Lingkungan appeared first on radarsukabumi.com.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.