Depok  

Webinar ICMI Depok : Perlu Sinergi Stakeholder untuk Perlindungan Anak

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Depok menggelar webinar, Sabtu (30/7). Kegiatan diadakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tersebut mengambil tema ‘Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Dunia Pendidikan’.

Wakil Ketua ICMI Orda Depok, Aan Mi’dad mengatakan, webinar ini untuk terbentuknya sinergi dari berbagai pihak, dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak di dunia pendidikan.

“Kita mendengar banyaknya kasus kekerasan terhadap anak di dunia pendidikan yang justru dilakukan oleh sosok yang seharusnya menjaga mereka,” terangnya.

Makanya, dia ingin dari kegiatan ini, seluruh stakeholder dapat sama-sama mengambil bagian. Bersinergi dengan peran yang dimiliki oleh masing-masing di masyarakat, untuk mencari solusi pencegahan dan penanganan atas kasus kekerasan.

Merujuk data UPTD PPA Kota Depok, jumlah laporan kekerasan anak di Kota Depok pada 2021 mengalami tren penurunan, dibandingkan dari tahun sebelumnya di 2020.

Kepala UPTD PPA Kota Depok, Mamik Juniarti menyebut, ada 107 laporan yang masuk ke UPTD PPA Kota Depok. Ada selisih tujuh laporan di 2020 mencapai 124 laporan.

Meski statistik menunjukkan tren penurunan, Mamik berharap, masayarakat dapat terus secara aktif melaporkan tindakan kekerasan dengan mengakses layanan yang sudah disediakan oleh pemerintah.

“Di Depok sudah ada Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) yang bisa dihubungi melalui sambungan telepon di 112 atau juga bisa langsung datang ke kami di Perumahan Permata Depok,”ungkap Mamik.

Sementara itu, Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak  (PUSPA) Depok, Yessi Yanita Sari mengatakan, ada dua konsep penting yang perlu digarihbawahi dalam upaya perlindungan anak.

Pertama, perlu sadar bahwa diskusi tentang perlindungan anak ini bermula dari rumah dengan keshalihan individu di dalamnya.

“Hal tersebut dapat dimulai dari memperbaiki hubungan pasangan, hubungan saudara, kerabat, dan juga orang yang berada di rumah bersama anak,”tutur Yessi Yanita Sari.

Kedua, elemen masyarakat pun juga perlu memperhatikan keshalihan sosial. Setiap orang tidak lepas untuk selalu mengambil peran mereka di masyarakat untuk mengedukasi lingkungan dan merangkul anak-anak di sekitar.

“Sehingga dapat menjadi teman mereka dan mengajak mereka ke kegiatan yang lebih positif,” pungkasnya. (rd/jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.